Community Officer BTPN Syariah Layani Langsung Ratusan Ribu Masyarakat Inklusi di Sulawesi

TRIBUN-SULBAR.COM, – Keberhasilan model bisnis BTPN Syariah dalam melayani masyarakat inklusi tak terlepas dari peran Community Officer (CO).

Sebab, CO bertugas mendampingi langsung ibu-ibu nasabah mulai dari proses awal pengajuan pembiayaan, membangun dan mengembangkan usaha, hingga berhasil mewujudkan impiannya.

Riska Aulia, salah satu CO di Sulawesi Selatan mengaku telah bergabung di BTPN Syariah sejak 2020 silam. Segudang pengalaman berharga pun didapatkan selama menjadi CO di BTPN Syariah.

Misalnya pengalaman di saat dirinya harus memberikan materi kepada ibu-ibu nasabah yang sudah rabun.

“Ada ibu nasabah rabun, saya mengajarkannya dengan menuliskan materi jadi agak besar. Alhamdulillah bisa membaca akhirnya dengan tulisan-tulisan besar itu,” ungkap Riska di Makassar, Selasa (14/11).

Tak hanya itu, pengalamannya menjadi CO turut mendongkrak perekonomian keluarga. Tak tanggung-tanggung, ia bahkan berhasil membiayai kuliah sang adik dari profesi ini.

“Saya sarjana ekonomi lalu saya berpikir masa saya ada gelar, adik saya tidak ada gelar,” ucap Riska.

Pada kesempatan yang sama, Linda Sari, salah satu CO di Sulawesi Selatan bercerita telah melayani ibu-ibu nasabah BTPN Syariah sejak 2019.

Alasan utamanya melamar menjadi CO empat tahun lalu karena ingin membantu perekonomian keluarga.

Linda merasa kasihan dengan sang ayah yang hanya bisa pulang ke rumah dua atau tiga kali selama sepekan karena bekerja sebagai sopir. Oleh karena itu, ia memutar otak dengan mencoba peruntungan di BTPN Syariah.

“Motivasi saya adalah orang tua, ayah saya sopir daerah, hanya pulang dua sampai tiga kali ke rumah. Jadi saya ingin bahagiakan beliau. Dengan bekerja di sini, beliau bisa istirahat,” ungkap Linda.

Selain bisa menopang perekonomian keluarga, Linda juga mendapatkan banyak pengalaman berharga selama menjadi CO. Tak hanya menawarkan produk pembiayaan kepada nasabah, Linda bahkan juga sempat mengajarkan menulis kepada ibu-ibu nasabah yang buta huruf

“Bertemu nasabah yang buta huruf, lalu kami damping saat Pelatihan Dasar Keuangan (PDK). Kami ajarkan menulis,” imbuh Linda.

Menariknya lagi, Linda mengaku sering menjadi tempat curhatan ibu-ibu nasabah. Mulai dari kondisi usaha sampai kehidupan pribadi masing-masing ibu-ibu nasabah.

 

Updated: November 25, 2023 — 9:17 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *