Kemenag Nilai Kearifan Lokal Perkuat Nilai Moderasi Beragama di Maluku

Orientasi Pelopor Moderasi Beragama Kanwil Kemenag Provinsi Maluku

Ambon (Kemenag) — Tenaga Ahli Menteri Agama, Mahmoed Syaltut menjelaskan bahwa saat ini narasi Moderasi Beragama (MB) sudah digencarkan di lingkungan Kementerian Agama, maski masih harus dilakukan secara massif lagi agar dipahami dengan baik oleh publik.

Sosialisasi sangat penting untuk terus dilakukan karena ruang publik juga banyak diisi dengan pemberitaan terkait isu kekerasan dan anti toleransi.

“Ini menjadi tantangan kita bersama, agar konsep Moderasi Beragama menjadi topik utama setiap pemberitaan di ruang publik atau media sosial,” kata Mahmoed Syaltut saat menjadi pemateri pada Orientasi Pelopor Moderasi Beragama yang diselenggarakan Kanwil Kemenag Provinsi Maluku melalui Sub Bagian Organisasi Tata Laksana dan Kerukunan Umat Beragama (KUB). Orientasi ini berlangsung selama empat hari, 27 – 30 November 2023.

“Saya mengajak para pemuda lintas agama agar semakin menguatkan pemahamannya terkait nilai moderasi beragama, agar jika ada pihak tertentu berupaya memecah belah persatuan bangsa bisa lebih dini dicegah,” lanjut Syaltut, Senin (27/11/2023).

“Penguatan moderasi beragama ini penting dalam memperkokoh persatuan di tengah perbedaan yang dimiliki bangsa Indonesia,” kata Syaltut.

Syaltut melihat bahwa berkembangnya kemajemukan di Maluku sudah terbina dengan bagus dan itu tidak terlepas dari terbinanya kearifan lokal yang ada. “Kearifan lokal pela gandong harus lebih banyak mengisi ruang-ruang publik, untuk mencegah maraknya isu intoleransi dan radikalisme,” tandas Syaltut.

Kakanwil Kemenag Provinsi Maluku, Yamin menyampaikan bahwa pihaknya sudah gencar menggaungkan nilai-nilai Moderasi Beragama. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah menjadikan pemuda lintas agama sebagai pelopor moderasi beragama.

“Hari ini, kita adakan orientasi Pelopor Moderasi Beragama kepada 80 orang Pemuda lintas agama. Acara ini akan menguatkan pemahaman mereka tentang kebangsaan, anti kekerasan, toleransi dan adaptif terhadap budaya lokal,” kata Yamin.

Yamin berharap ke depannya di Provinsi Maluku khususnya akan lahir dan bertambah pelopor moderasi beragama yang bisa menyemai isu-isu intoleran dan radikalisme ditengah masyarakat. “Selamat kepada peserta orientasi. Ikuti acara ini dengan baik, dan semoga m3nambah wawasan bagi semua untuk menjadi pelopor moderasi beragama,” tandas Yamin. (Humas Kemenag Maluku).

 

Updated: Desember 1, 2023 — 12:26 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *