Kemenag Sebut Tujuh Program Prioritas Gus Men Berjalan Baik, Apa Saja?

Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Akhmad Fauzin

Magelang (Kemenag) — Menag Yaqut Cholil Qoumas mencanangkan tujuh program prioritas Kementerian Agama. Tiga tahun berselang, Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi (Karo HDI) Akhmad Fauzin menyampaikan tujuh program prioritas Kementerian Agama dapat dilaksanakan dengan baik.

Hal ini ditegaskan Akhmad Fauzin di hadapan jurnalis dalam Humas Gathering dan Capacity Building yang diselenggarakan Kanwil Kemenag Jateng di Magelang, Jumat (1/12/2023). Fauzin, panggilan akrabnya bersyukur, program prioritas mulai berdampak.

“Alhamdulillah, layanan kepada masyarakat semakin dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat dan warga bangsa,” terang Fauzin. ​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​

Fauzin mengapresiasi langkah Kanwil Kemenag Jateng menggelar Humas Gathering. Hal ini penting sebagai bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada publik.

“Kita semua sudah tahu tujuh program prioritas Kementerian Agama. Di tengah perkembangan zaman, untuk lebih massif menyosialisasikan program prioritas ini, kita perlu berkolaborasi utamanya dengan media,” sambung Fauzin.

Bagi Fauzin, kerja sama media dan pemerintah menjadi penting sebagai mitra yang saling mendukung dalam keberhasilan suatu program.

“Seperti tujuh program prioritas akan berhasil tentu tidak lepas dari peran media dan teman-teman Pranata Humas,” kata Fauzin.

Fauzin menjelaskan bahwa tujuh program prioritas Kemenag itu adalah penguatan moderasi beragama, transformasi digital, revitalisasi KUA, kemandirian pesantren, cyber islamic university, religiosity index, dan tahun kerukunan umat beragama.

Transformasi digital, kata Fauzin, merupakan keniscayaan di era serba maya di mana seluruh lini kehidupan ditopang oleh teknologi informasi. Pada kondisi ini, Kemenag berinovasi untuk penyediaan layanan yang disebut SuperApps. Layanan ini mudah diakses, lengkap, dan user friendly seperti Pusaka.

“Lalu, ada revitalisasi KUA. Layanan yang mempermudah proses nikah bagi masyarakat, misalnya,” kata Fauzin.

Selanjutnya, kata Fauzin, kemandirian pesantren, berbagai program digulirkan. Ini dilakukan agar pesantren semakin mandiri dan lebih baik. Begitu juga halnya program Cyber Islamic University. Program ini dapat dimanfaatkan bagi para tenaga pendidikan misalnya, untuk dapat melanjutkan study demi meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia.

Ada lagi, lanjut Fauzin adalah Program Religiosity index, dan terkahir tahun kerukunan umat beragama.

“Selamat mengikuti Humas Gathering ini, semoga kita semua dapat semakin baik dalam memberikan layanan pada masyarakat, menuju Indonesia yang lebih maju,” tandas Fauzin.

 

Updated: Desember 5, 2023 — 1:24 pm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *