KRL Bakal Sampai Karawang, Ini Efek Dahsyatnya

Jakarta, CNBC Indonesia –¬†Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana untuk memperpanjang Kereta Rel Listrik (KRL) sampai Karawang. Saat ini, KRL hanya beroperasi mentok sampai Stasiun Cikarang. Rencana ini diprediksi bakal membuat harga tanah hingga rumah tapak di wilayah Karawang mengalami kenaikan harga.

“Setiap ada pembangunan proyek bakal membuat harga properti ikut menggeliat, termasuk yang ini (KRL sampai Karawang),” kata Associate Director Research & Consultancy Services Leads Property Martin Samuel Hutapea dalam Property Market Outlook 2023 di Jakarta Rabu (29/11/23).

Hal itu tercermin dari beberapa projek sebelumnya di mana pembangunan infrastruktur, utamanya di sektor transportasi umum telah membuat harga tanah dan rumah tapak ikut terkerek. Martin mencontohkan beberapa projek, diantaranya di Maja hingga Rangkasbitung.

“Apalagi yang sudah pasti kan pemerintah bakal membangun MRT East-West itu, maka wilayah Jakarta udah makin terintegrasi dengan kawasan penyangga, bukan hanya Jakarta sendiri tapi Jabodetabek semakin terhubung,” kata Martin.

Dampak pembangunan infrastruktur terhadap harga rumah terlihat dari data Leads Property yang mencatat pertumbuhan harga rumah tapak di Jakarta hanya 1,4% secara tahunan, sedangkan wilayah pinggiran seperti Tangerang naik 7,8 secara tahunan, Depok naik 17% secara tahunan, dan Bekasi lebih tinggi lagi yakni 20% secara tahunan.

Dari tingkat penjualan, wilayah penyangga DKI Jakarta dengan pembangunan infrastruktur lebih masif juga memiliki tingkat penjualan lebih tinggi dibandingkan kawasan DKI. Ketika rata-rata penjualan Jakarta hanya 82%, wilayah Tangerang dan Bekasi lebih tinggi yakni masing-masing 93%, Bogor 94%, serta Depok 96%.

Bukan hanya rumah tapak, subsektor lahan industri juga bakal semakin bergeliat dengan hadirnya infrastruktur transportasi umum seperti KRL.

Saat ini tingkat penjualan di Karawang dan Purwakarta sudah tergolong tinggi yakni 92%, sedangkan wilayah Serang 82%, Cilegon 80%, serta Bogor 85%.

“Geliat industri daerah seperti Karawang pun bakal semakin naik, apalagi pasca-pandemi saat ini,” ujar Martin.

Sebelumnya, pemerintah lewat Kementerian Perhubungan berencana untuk memperpanjang Kereta Rel Listrik (KRL) sampai Karawang. Saat ini, KRL hanya beroperasi mentok sampai Stasiun Cikarang.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengungkapkan studi perpanjangan KRL sampai Karawang tengah dilakukan.

“Hal-hal terkait teknis dan anggaran akan diketahui jika sudah ada hasil studi,” kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati kepada CNBC Indonesia, Jumat (17/11/2023).

Saat ini Kemenhub tengah melakukan kajian dalam mempertimbangkan proyek KRL sampai Karawang ini bisa terwujud, termasuk kesiapan dalam fasilitas seperti rel. Namun Ia belum bisa merinci apa saja faktor yang disiapkannya.

“Tentu harus ada studi lagi dengan situasi saat ini,” terangnya.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Satu Jalur di Sudimara-Kebayoran Dibuka, KRL Bisa Melintas


(dce) 

Updated: November 29, 2023 — 12:20 pm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *